Tentang Pertanian dalam Al-Qur’an

Terdapat isyarat tentang pertanian dalam Al-Qur’an, dulu pertanian merupakan industri dasar dan menjadi tulang punggung ekonomi dunia islam. Nabi Muhammad SAW juga amat mendorong pengembangan dalam bidang ini. Suatu ketika Nabi pernah bersabda: “seandainya kita mengetahui bahwa dunia ini akan berakhir esok, kita harus tetap menanam pohon”. Di antara ayat-ayat yang memberi isyarat dalam ilmu pertanian di antaranya:
 
“Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam” (QS. Qaaf: 9)

          Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Allahlah yang menurunkan hujan dari langit kemudian Ia menumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-bijian. Hal ini telah dibuktikan dalam ilmu pengetahuan bahwa air adalah bagian terpenting dalam proses tumbuhnya suatu tanaman atau tumbuh-tumbuhan.
          Dalam pertanian masalah air selalu di perhatikan dan dijadikan bahan pertimbangan ketika kita mulai mau menanam. Karena kadar air dapat mempengaruhi pertumbuhan suatu tumbuahan atau tanaman, jika kadar air disekelilingnya baik maka baik pula pertumbuhan dan hasilnya.

”Dia-lah, yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS. An-Nahl: 10-11)
             Dalam ayat ini allah SWT mengisyaratkan bahwa Allah SWT yang menurunkan hujan, kemudian Allah menumbuhkan dengan air tersebut tanaman-tanaman seperti: zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Semuanya itu merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat” (QS. Al-Baqarah: 265).
          Ayat ini merupakan penjelasan yakni pohon-pohon yang diairi dengan air hujan, terutama hujan lebat yang turun ke dalam tanah akan mendorong akar tumbuh lebih dalam dibanding dengan pohon-pohon yang diairi dengan pengairan buatan yang sedikit dan terus menerus akan mendorong akarnya mendekat ke permukaan tanah dan mudah kekurangan air, apabila permukaan tanah kering maka berpengaruh besar terhadap dedaunannya.
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya”  (QS. Al-Hijr: 22)
          Al-Qur’an memberitahukan tentang teori penyerbukan dan perkawinan antara tumbuhan jantan dengan betina pada tanaman dan tumbuhan melalui bantuan angin. Ada juga perkawinan yang melalui bantuan serangga yang hinggap ke satu tumbuhan ke tumbuhan yang lain.
“Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun". Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr”  (QS. Saba: 15-16)
          Al-Qur’an telah memberitahukan tentang kematian pepohonan di kebun-kebun secara merata disebabkan tinginya air tanah atau tanah dipenuhi oleh air banjir, bagi orang yang terjun dalam dunia pertanian bencana seperti banjir merupakan hal yang tidak diinginkan karena akan merusak lahan pertaniannya.

0 comments :

Post a Comment