Friday, June 21, 2013

Contoh Proses Persidangan Kasus Pidana



KASUS PENGEDAR DAN PEMAKAI NARKOBA

Waktu: Senin 3 Desember 2012
Jam     : 13.45
1. Perangkat Sidang
Hakim Ketua : Indrawan., SH. MH
Penuntut Umum :Ibu .......... .,SH
Terdakwa : Asep
Penasehat Hukum: Amin, SH
Pekerjaan : Montir di bengkel Jakarta
Alamat: Jl. Bratayuda Garut
Barang Bukti: ¼ gram ganja kering, 1 buah Hand Phone Sony Ericsson
Saksi I : Deni
Saksi  II : Abdul
Saksi  III : Ayep
2.  Status Sidang :  Mendengarkan Keterangan Saksi – saksi yang memberatkan korban
3. Kronoligis  :
-         Pada Bulan Mei 2012  setelah lulus sekolah asep bekerja di bengkel Jakarta
-         Ia mulai mengenal ganja dan diajak menggunakan ganja dari temannya yang satu kost di jakarta, orang Jakarta
-          Dari sana ia mulai menggunakan ganja dan kecanduan
-         Pada saat pulang dari Jakarta Ke Garut ia mulai membawa ganja ke rumah, sembari sembunyi-sembunyi dan kemudian mulai memperkenalkannya kepada teman-temannya yang ada di Garut

4. Analisis
a. Berdasarkan temuan dalam acara persidangan di Pengadilan Negri Garut sidang ini di kategorikan sebagai sebuah tindak pidana pemakai narkoba dan pengedar narkoba
b. Dalam acara persidangan tersebut terutama dalam mendengarkan keterangan saksi – saksi yang di hadirkan di persidangan Terdakwa membenarkan keterangan saksi dan Terdakwa mengakui dan menyesali perbuatan yang terdakwa lakukan.
c. Majelis Hakim menasehati agar terdakwa tidak mengulangi perbuatan – perbuatan nya karena akan berdampak pada mental psikologis keluarga dan orang tuanya.
d.  Prediksi Pasal
Pasal 111, 112 UU Narkotika
(1)   Pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
(2)   Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).




KASUS PENGGELAPAN

1. Perangkat Sidang
Hakim Ketua : Indrawan., SH. MH
Penuntut Umum : Rahayudin .,SH
Terdakwa : Bubun
Pekerjaan : Jual Beli Sapi
Korban : Enus  Alamat : Cisurupan
Saksi I : Ny. Reni
Saksi  II : Ny. Ai
Saksi  III : Sdr . Dede yang memperkenalkan pak Bubun terhadap Pak Enus dalam Jual Beli sapi
2.  Status Sidang :  Mendengarkan Keterangan Saksi – saksi yang memberatkan korban
3. Kronoligis  :
-         Pada tanggal 26 Juli  pak Enus menjual sapi terhadap pak Bubun dan sapi tersebut di bawa oleh Bubun. Bubun menjanjikan bahwa di bayarnya tanggal 20 Agustus
-         akan tetapi sampai sekarang belum di bayar juga tanggal
-         2 Agustus Bubun di susul tetapi dia tidak ada di rumah dan keluarganya pun tidak tahu Bubun ada di mana.
-         Ciri – ciri sapi milik pak Enus  itu betina dengan warna bulu Putih umurnya lima tahun yang sesuai perjanjiansapi tersebut di jual kepada Bubun seharga 9 juta rupiah.
-         Sebelum di jual, Pak Enus memeras susu sapi itu setiap hari dalam sehariia menghasilkan susu 20 liter dan hasilnya ia jual 1 liternya di hargai 3000
-         Sapi dari pak enus oleh Bubun di jual kepada aa di Cikajang sedangkan rumah Aa berada di Cikuray berhubung aa tidak punya akhirnya sapi itu di ganti lagi dengan sapi dan Bubun jual dengan Harga Rp 8,7 Juta uang tersebut Bubun gunakan untuk keperluan sehari – hari sampai habis karena ia mempunyai istri dan 6 orang anak selain Pak Enus yang menjadi korban ada lagi yaitu Pak Adang Sapi yang dari pak adang di jual kepada H. Maman seharga Rp 7.6 Juta tetapi uangnya belum di bayar dari penjualan sapi tersebut harusnya Bubun mendapat untung Rp. 20.000.000
-         Sesuai ketentuan Bubun Membeli sapi dari Adang seharga Rp 7,3 Juta di jual sapi lagi kepada Maman Rp 7,5 Juta.
-         Terdakwa Membenarkan semua kesaksian dari para saksi dan pasal yang berkaitan dengan para saksi di atur dalam pasal ( 184 ) pada saat pembelian sapi pak Enus Bubun mendatangi rumah Pak Enus.
4. Analisis
a. Hal ini di kategorikan sebagai sebuah tindak pidana penipuan yang di lakukan oleh terdakwa dengan menjual sapi tapi hasil penjualan tersebut tidak di kembalikan lagi kepada orang yang berhak menerima atas penjualan sapi tersebut.
b. Dalam acara persidangan tersebut terutama dalam mendengarkan keterangan saksi – saksi yang di hadirkan di persidangan Terdakwa membenarkan keterangan saksi dan Terdakwa mengakui dan menyesali perbuatan yang terdakwa lakukan.
c. Majelis Hakim menasehati agar terdakwa tidak mengulangi perbuatan – perbuatan nya karena akan berdampak pada mental psikologis keluarga dan anak – anaknnya
d.  Prediksi Pasal
Bab XXIV - Penggelapan
Pasal 372
 Hal tersebut biasanya dilandasi rasa saling percaya, dan pada akhirnya satu pihak mencederai kepercayaannya tersebut.
prediksi seorang Terdakwa tersebut dapat di pidana di ancam dengan pasal 372 dengan ancaman paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.
“Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah

KASUS PEMBUNUHAN
1. Perangkat Sidang :
       Hakim Ketua : R. Iim Nurrohim .SH
     Jaksa Penuntut Umum : Rahayudin SH
     Terdakwa :
      Nama : Syafei alias Aef
      Umur : 18 Tahun
     Alamat : Kp. Caringin  Desa Lembang  Kecamatan Kadungora
     Pekerjaaan : Buruh
2. Status Sidang : Pembacaaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut umum
3. Kronologis :
 - Berdasarkan surat dakwaan yang di bacakan oleh Jaksa Penuntut umum kronologis dari kejadian tersebut adalah :
Sebelum melakukan kejahatan pembunuhan dan percobaan pemerkosaan  Terdakwa Syafei alias Aef  menonton video porno Indonesia Terinspirasi dari adegan – adegan yang ada di vidio porno lalu timbulah niat jahat untuk memperkosa seorang tetangganya yang berstatus Janda Siti Sofiah beranak satu yang bernama Icha
-         Dalam melakukan niat jahatnya Syafei alias Aef  berawal dari memasuki rumah melalui pintu belakang setelah berhasil masuk ke rumah Siti Sofiah Terdakwa Syafei langsung menghampiri kamar korban yang sedang tidur bersama anaknya Icha berusia 7 Tahun. Ketika itu terjadilah pemerkosan yang di lakukan Syaefei alias Aef  kepada Korban Siti Sofiah dengan ancaman golok korban tersebut berteriak kepada syafeii sebagai maling ketika korban Siti Sofiah berteriak anaknya yang bernama Icha bangun dan menangis takut ketahuan aksi jahatnya oleh orang lain maka korban pun seketika melayangkan golok kepada anak korban ke lehernya sampai meninggal dunia dan Terdakwa tidak hanya melayangkan golok kepada anak korban saja tapi juga kepada korban yang menyebabkan luka – luka saja tidak mengakibatkan meningggal dunia.
-         Pada pembacaan surat dakwaan yang di bacakan oleh jaksa penuntut umum Terdakwa (  Syaefei alias Aef  ) mengakui semua perbuatan Terdakwa.
-         Karena ancaman penjara lebih dari 5 Tahun maka Terdakwa di dampingi oleh penasihat hukum yang di tunjuk oleh Pengadilan Negri setempat.
4. Tuntutan Hukuman
     Berdasarkan surat dakwaan yang di bacakan oleh Jaksa Penuntut Umum terdakwa di tuntut dengan pasal – pasal berikut :
Pasal 340
Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Pasal 348
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Bab XX - Penganiayaan
Pasal 351
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Pasal 352
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
 
5.  Analisis
      Maraknya kasus seperti ini disebabkan oleh maraknya video porno yang mudah menyebar baik lewat internet ataupun media lainnya, dengan mudah seseorang dapat mengunduh dan membagikannya kepada temannya lewat Hand Phone, 1 hand phone menyebar ke Hand Phone lainnya. Hal inilah yang menyebabkan maraknya kasusu seperti ini

Dari Analisis surat dakwaan bahwa Terdakwa ( Syaefei alias Aef  ) di tuntut dengan pasal Pembunuhan Berencana dan penganiayaan adapun hal yang paling substansi dari tuntutan ini bahwa terdakwa terancam dengan pidana hukuman mati atau seumur hidup atau 20 Tahun Penjara. 


Tugas Sidang II
1.  Perangkat Sidang :
 Hakim Ketua :  Hj. Aruminingsih SH.MH
 Panitera :  Agus Rianto.SH
 Terdakwa : Nama : Nani Yuningsih binti H. Ombi
                    Pekerjaan : Guru  ( SDN SUKARESMI )
 Saksi – saksi :
 Saksi I   : Drs. Asep Kusnawan
 Saksi II  : Udin Nuryadin
 Saksi III : Makmun Samsudin ( Petugas KUA Tarogong Kidul )
 Saksi IV : Parman Suparman
 Saksi  V : Juju Sukandar 
2. Status Persidangan : Mendengarkan keterangan saksi – saksi
3. Kronoligis :
-  Terdakwa (  Nani Yuningsih ) pada tanggal 7 Okteber 2007 menikah dengan Drs. Asep Kusnawan dengan status janda mati dari suami nya terdahulu yaitu Yayan Sopyan ( Alm ) setelah berjalannya  kehidupan rumah tangga dengan Drs. Asep Kusnawan selama 3 Tahun pada tanggal 26 – 12 – 2010 Drs. Asep Kusnawan menjatuhkan talak pada terdakwa ( Nani Yuningsih ) dengan di saksikan oleh saksi dan di tandatangani di atas materai bahwa terdakwa ( Nani Yuningsih ) dengan Drs. Asep Kusnawan resmi bercerai tapi hal tersebut tidak bersifat legal karena tidak di laporkan ke KUA atau Pengadilan Agama dan Terdakwa ( Nani Yuningsih ) menyandang status “ Janda Cerai” dari Drs. Asep Kusnawan  
-  Setelah bercerai dengan Asep Kusnawan dengan Menyandang status sebagai “ Janda Cerai”  Terdakwa  ( Nani Yuningsih )  menikah dengan Juju Iskandar pada tanggal 12 Mei Tahun 2011 dengan mengakui bahwa terdakwa ( Nani Yuningsih )  kepada suaminya yaitu Juju Iskandar berstatus “ Janda Mati”.
-  Merasa di rugikan  Drs. Asep Kusnawan melaporkan Tindakan Pidana tersebut  ke POLISI karena merasa di rugikan  atas perlakuan Terdakwa ( Nani Yuningsih ) yang menyebutkan dalam surat nikah nya sebagai “ Janda Mati” padahal statusnya “ Janda Cerai”
4. Keterangan Saksi – saksi di persidangan :
    Saksi – saksi :
1.     Drs. Asep Kusnawan :
Merasa di rugikan dan mengalami kerugian secara Immateril terhadap perbuatan yang di lakukan oleh Terdakwa ( Nani Yuningsih ) yaitu menganggap dirinya sudah mati dengan status “ Janda Mati” padahal Asep Kusnawan masih hidup dan status nya “ Janda Cerai”
2.     Udin Nuryadin :
Saksi ini di anggap sebagai orang tua angkat Asep Kusnawan dan Terdakwa ( Nani Yuningsih ) dan saksi ini sering mendengar cerita dari Asep Kusnawan bahwa rumah tangganya dengan Terdakwa ( Nani Yuningsih ) tidak haramonis dan Asep Kusnawan ingin bercerai dengan Terdakwa ( Nani Yuningsih ). Dan sdr. Udin Nuryadin ingin mendamaikan keduanya supaya tidak terjadi perceraian dan sdr. Saksi ini tidak bisa mencegah keinginan keduanya. Perceraian itu di tanda tangani di atas materai bahwa Asep Kurniawan dan terdakwa ( Nani Yuningsih ) resmi bercerai dan sah secara agama  di saksikan oleh Udin Nuryadin.
3.     Makmun Samsudin ( Petugas KUA Tarogong Kidul )
Saksi ini menyadari dan mengakui bahwa dalam proses menikahkan antara Juju Kusnawan dan Terdakwa ( Nani Yuningsih )  terdapat berbagi kejanggalan terutama dalam proses administratif dan syarat – syarat administratif. Dan kasus ini juga bermula dari kelalaian yang di lakukan oleh petugas KUA terutama dalam pemeriksaan berkas – berkas surat administratif.
4.     Parman Suparman ( Paman Terdakwa )
Saksi ini mengakui dan menjadi saksi bahwa terjadi pernikahan antara Juju Kusnawan dan Terdakwa ( Nani Yuningsih ).
5.     Juju Kusnawan ( Suami sekarang )
Saksi ini mengaku tidak mengetahui calon istrinya belum bercerai secara sah di pengadilan agama dan berstatus “ Janda Cerai”  suami terdakwa ini sebelum pernikahan hanya tahu bahwa calon istrinya berstatus “ Janda Mati”.
5.  Analisis
     Bahwa dalam kasus ini terdapat berbagai elemen yang terlibat di dalamnya tapi, unsur yang paling dominan dalam kasus ini adalah adannya pemalsuan surat nikah yang di lakukan oleh Terdakwa( Nani Yuningsih ) Namun, perbuatan yang di lakukan oleh Terdakwa ( Nani Yuningsih ) di latar belakangi karena adanya ketidakjelasan status pernikahan dengan Asep Kusnawan karena status perceraian hanya di lakukan secara agama tapi tidak secara legal di Pengadilan.
6. Prediksi Pasal
Bab XI - Pemalsuan Materai Dan Merek
 Pasal 266
(1) Barang siapa menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran, diancam, jika pemakaian itu dapat menimbulkan kerugian, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun;
(2) Diancam dengan pidana yang sama barang siapa dengan sengaja memakai surat tersebut dalam ayat pertama, yang isinya tidak sejati atau yang dipalsukan seolah-olah benar dan tidak dipalsu, jika pemalsuan surat itu dapat menimbulkan kerugian.






TUGAS SIDANG III
1. Perangkat Sidang :
       Hakim Ketua : R. Iim Nurrohim .SH
     Jaksa Penuntut Umum : Rahayudin SH
     Terdakwa :
      Nama : Syafei alias Aef
      Umur : 18 Tahun
     Alamat : Kp. Caringin  Desa Lembang  Kecamatan Kadungora
     Pekerjaaan : Buruh
2. Status Sidang : Pembacaaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut umum
3. Kronologis :
 - Berdasarkan surat dakwaan yang di bacakan oleh Jaksa Penuntut umum kronologis dari kejadian tersebut adalah :
Sebelum melakukan kejahatan pembunuhan dan percobaan pemerkosaan  Terdakwa Syafei alias Aef  menonton video porno Indonesia Terinspirasi dari adegan – adegan yang ada di vidio porno lalu timbulah niat jahat untuk memperkosa seorang tetangganya yang berstatus Janda Siti Sofiah beranak satu yang bernama Icha
-         Dalam melakukan niat jahatnya Syafei alias Aef  berawal dari memasuki rumah melalui pintu belakang setelah berhasil masuk ke rumah Siti Sofiah Terdakwa Syafei langsung menghampiri kamar korban yang sedang tidur bersama anaknya Icha berusia 7 Tahun. Ketika itu terjadilah pemerkosan yang di lakukan Syaefei alias Aef  kepada Korban Siti Sofiah dengan ancaman golok korban tersebut berteriak kepada syafeii sebagai maling ketika korban Siti Sofiah berteriak anaknya yang bernama Icha bangun dan menangis takut ketahuan aksi jahatnya oleh orang lain maka korban pun seketika melayangkan golok kepada anak korban ke lehernya sampai meninggal dunia dan Terdakwa tidak hanya melayangkan golok kepada anak korban saja tapi juga kepada korban yang menyebabkan luka – luka saja tidak mengakibatkan meningggal dunia.
-         Pada pembacaan surat dakwaan yang di bacakan oleh jaksa penuntut umum Terdakwa (  Syaefei alias Aef  ) mengakui semua perbuatan Terdakwa.
-         Karena ancaman penjara lebih dari 5 Tahun maka Terdakwa di dampingi oleh penasihat hukum yang di tunjuk oleh Pengadilan Negri setempat.
4. Tuntutan Hukuman
     Berdasarkan surat dakwaan yang di bacakan oleh Jaksa Penuntut Umum terdakwa di tuntut dengan pasal – pasal berikut :
Pasal 340
Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Pasal 348
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Bab XX - Penganiayaan
Pasal 351
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
Pasal 352
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
  
5.  Analisis
      Dari Analisis surat dakwaan bahwa Terdakwa ( Syaefei alias Aef  ) di tuntut dengan pasal Pembunuhan Berencana dan penganiayaan adapun hal yang paling substansi dari tuntutan ini bahwa terdakwa terancam dengan pidana hukuman mati atau seumur hidup atau 20 Tahun Penjara. 
       

                                                                                                               
KASUS PENGEDAR DAN PEMAKAI NARKOBA

1. Perangkat Sidang
Hakim Ketua : Indrawan., SH. MH
Penuntut Umum :Ibu .......... .,SH
Penasehat Hukum: Amin, SH
Terdakwa : Asep
Pekerjaan : Montir di bengkel Jakarta
Alamat: Jl. Bratayuda Garut
Barang Bukti: ¼ gram ganja kering, 1 buah Hand Phone Sony Ericsson
Saksi I : Deni
Saksi  II : Abdul
Saksi  III : Ayep
2.  Status Sidang :  Mendengarkan Keterangan Saksi – saksi yang memberatkan korban
3. Kronoligis  :
-         Pada Bulan Mei 2012  setelah lulus sekolah asep bekerja di bengkel Jakarta
-         Ia mulai mengenal ganja dan diajak menggunakan ganja dari temannya yang satu kost di jakarta, orang Jakarta
-          Dari sana ia mulai menggunakan ganja dan kecanduan
-         Pada saat pulang dari Jakarta Ke Garut ia mulai membawa ganja ke rumah, sembari sembunyi-sembunyi dan kemudian mulai memperkenalkannya kepada teman-temannya yang ada di Garut

4. Analisis
a. Berdasarkan temuan dalam acara persidangan di Pengadilan Negri Garut sidang ini di kategorikan sebagai sebuah tindak pidana pemakai narkoba dan pengedar narkoba
b. Dalam acara persidangan tersebut terutama dalam mendengarkan keterangan saksi – saksi yang di hadirkan di persidangan Terdakwa membenarkan keterangan saksi dan Terdakwa mengakui dan menyesali perbuatan yang terdakwa lakukan.
c. Majelis Hakim menasehati agar terdakwa tidak mengulangi perbuatan – perbuatan nya karena akan berdampak pada mental psikologis keluarga dan orang tuanya.
d.  Prediksi Pasal
Pasal 111, 112 UU Narkotika
(1)   Pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
(2)   Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).



No comments:

Post a Comment

Followers