Kordova dan Granada



Sebagai ibukota pemerintahan,Kordova di masa Bani Umyyah mengalami perkembangan yang pesat. Banyak bangunanan baru yang didirikan seperti istana, dan masjid-masjid. Sebuah jembatan dengan gaya arsitektur Islam yang mempunyai 16 lengkungan dalam gaya Romawi, menghubungkan Kordova dengan daerah pinggiran di seberang sungai. Di sebelah baa jembaan itu didirikan istana Al-Cazar. Perkembangan kota ini mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Abd Al-Rahman Al-Nashir di pertengahan abad ke-10 M. Pada masa pemerintahan Islam, Kordova juga terkenal sebagai pusat kerajinan barang-barang dari perak, sulaman-sulaman dari sutera dan kulit yang mempunyai bentuk khusus. Pada tahun 1236 M, Kordova direbut oleh tentara Kristen dibawah pimpinan Ferdinand III dari Kastila. Setelah itu, supremasi Islam di Spanyol mulai mengalami zaman kemunduran.
Pada zaman pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol, Kordova menjadi pusat ilmu pengetahuan. Di kota itu berdiri Universitas Kordova. Banyak ilmuan dari dunia Islam bagian timur yang tertarik untuk mengajar di universitas ini. Di samping itu, di kota ini terdapat sebuah perpustakaan besar yang mempunyai koleksi buku kira-kira 400.000 judul. Daftar bagian dari buku-buku itu terkumpul dalam 44 jilid buku. Kemajuan ilmu pengetahuan disana tidak terlepas dari dua orang khalifah pencinta ilmu, Abd Al-Rahman Al-Nashir dan anaknya Al-Hakam. Yang disebut terakhir ini memerintahkan untuk mencari dan membeli buku-buku ilmu pengetahuan, baik klasik maupun kontemporer. Bahkan, ia ikut langsung dalam pengumpulan buku itu. Ia menulis surat kepada penulis-penulis terkenal untuk mendapatkan karyanya dengan imbalan yang tinggi. Pada masanyalah tercapai apa yang dinamakan masa keemasan ilmu pengetahuan dan sastra Spanyol Islam.
Mengutip penyair Inggris, Syekh Amir Ali melukiskan Kordova : “Istana-istana dan taman-taman Kordova adalah indah, tetapi tidak kurang kekaguman orang terhadapnya mengenai soal-soal yang lebih tinggi. Maha guru dan guru-gurunya menadikannya pusat kebudayaan di Eropa, siswa-siswa biasanya berdatangan dari seluruh pelosok Eropa untuk belajar kepada dokter-dokternya yang masyhur”. Astronomi, geografi, dan ilmu kimia, sejarah alam semuanya dipelajari dengan bersemangat di Kordova.
Di bidang kesusasteraan, pada zaman Umayyah mendapat perhatian besar, baik dari penguasa maupun masyarakat, sehingga menjadi popular, bahkan menjadi buah bibir. Lain lagi perkembangan kesusastraan yang berkembang di Eropa ketika itu, kurang mendapat perhatian. Masjid-masjid di Kordova banyak dikunjungi oleh ribuan siswa/mahasiswa dari berbagai wilayah untuk belajar filsafat dan ilmu agama. Mengutip pendapat Rfenan, Amir Ali menyebutkan zaman emasnya kesusastraan dan ilmu di Spanyol terjadi ketika daerah ini di bawah pemerintahan Hakam Al-Mustansir Billah yang meninggal tahun 976 M.
Pada masa jayanya, di Kordova terdapat 491 masjid dan 900 pemandian umum. Karena air di kota ini tak dapat diminum, pnguasa mulim mendirikan saluran air pegunungan yang panjangnya 80 km.
b. Granada
Kota Granada terletak di tepi sungai Genil di kaki guunung Sierra Nevada, berdekatan dengan pantai laut mediterania (Laut Tengah). Granada semula adalah tempat tinggal Iberia, kemudian menjadi kota orang Romawi dan baru terkenal setelah ada di tangan orang Islam. Kota I I berada di bawah kekuasaan Islam hamper bersamaan dengan kota-kota lain di Spantol yang ditaklukkan oleh tentara Bani Umayyah di bawah pimpinan Tarikh bin Ziyad dan Musa bin Nushair tahun 711 M. Pada masa pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol, kota ini disebut Andalusia Atas.
Pada masa pemerintahan Bani Umayyah di Andalusia, Granada mengalami perkembangan pesat. Setelah Bani Umayyah mengalami kemunduran tahun 1031 M, dalam jangka waktu 60 tahun, Granada diperintah oleh dinasti setempat, yaitu dinasti Zirids. Setelah itu Granada jatuh kebawah pemerintahan Al-Murabithun, sebuah dinasti Barbar dari Afrika Utara pada tahun 1090 M. Al-Murrabithun berkuasa disana sampai tahun 1149 M. Pada masa pemerintahannya, banyak istana dibangun disana.
 Pada abad ke-12, Granada menjadi kota terbesar kelima di Spanyol. Kota ini dikelilingi oleh tembok. Struktur penduduknya terdiri atas campuran dari berbagai bangsa terutama Arab, Barbar, dan Spanyol yang menganut tiga agama besar Islam, Kristen, dan Yahudi. Penganut agama tinggal di dalam sektornya masing-masing di kota itu. Sejak abad ke-13, Granada diperintah oleh dinasti Nasrid selama lebih kurang 250 tahun. Pada masa itulah di bangun buah istana indah dan megah yang terkenal dengan nama istana Al-Hambra, yang bearti merah. Batu-batu dan ornamen nama yang terdapat di dalamnya memang hamper seluruhnya berawrna merah. Istana ini dibangun oleh arsitek-arsitek muslim pada tahun 1238 M dan terus dikembangkan sampai tahun 1358 M. Istana ini terletak di sebelah timur Al-Kazaba, sebuah benteng tentara Islam. Granada terkenal dengan tembok dan 20 menara yana mengitarinya. Pada masa pemerintahan Muhammad V (1354-1391 M), Granada mencapai puncak kejayaannya, baik dalam asitektur maupun dalam bidang politik. Akan tetapi, menjelang akhir abad ke-15 pemerintah menjadi lemah terutama karena perpecahan keluarga. Pada tahun 1492, kota ini jatuh ketangan penguasa Kristen, raja Ferdinand dan Isabella. Selanjutnya, tahun 1610 M orang-orangg Islam diusir dari kota ini oleh penguasa Kristen.
2. Perkembangan Politik
a. Kemajuan-kemajuan yang dicapai bidang politik
b. Kemajuan-kemajuan yang dicapai di bidang ilmu pengetahuan
 1) Kemajuan Intelektual
 2) Kemajuan di bidang Filsafat
  a) Kemajuan dalam ilmu agama yang disebut Al-Ulum Islamiyah
   -Ilmu qiraat
   -Ilmu Tafsir
   -Ilmu Hadits
-Ilmu Nahwu  dan Syaraf
-IlmuTarikh
b) Kemajuan dalam ilmu pengetahuan umum yang disebut Al-Ulumud Dakhliyah
-Ilmu Kimia
-Ilmu Kedokteran
-Ilmu Bumi (geografi)
-Ilmu Astonomi
c) Bidang Seni
-Seni Sastra
-Seni Lukis
-Seni Ukir
-Seni Pahat
-Seni Suara
-Seni Pidato
-Seni Insya (seni mengarang surat)

0 comments :

Post a Comment